Tampilkan postingan dengan label Tentang Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Tuhan. Tampilkan semua postingan

Merawat Tuhan Dengan Dongeng

Unknown | 23.21 | 0 komentar
Riwayat pembuktian keberadaan Tuhan berlalu sangat melelahkan dari masa-masa. Bermacam bentuk rasionalisasi dinyatakan untuk membuktikan perntanyaan tentang keberadaan Tuhan. Lalu apakah Tuhan sudah terbukti keberadaanya ? Berbagai cerita, dongeng dan analogi jawaban menarik dikemukakan. Ada analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll.
Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan.

Berikut ini adalah kisah-kisah analogi yang menjadi dongeng sebagai pembuktian keberadaan Tuhan, yang saya tulis kembali dari pembaca blog Belajar Saraf ini :

Tukang Cukur Dan Pelanggannya.
Tukang Cukur   : "Mas, sampeyan percaya nggak Tuhan itu ada"?
Pelanggan        : "Saya percaya Tuhan ada"
Tukang Cukur : "Kalau memang Tuhan ada kenapa Dia tidak mampu menyelesaikan itu lumpur lapindo, padahal sudah ribuan orang berdoa agar itu lumpur masuk lagi ke bumi. Dan menyelesaikan seabreg lagi masalah di negara kita".
Pelanggan        : "Itu adalah ujian dari Tuhan untuk manusia".
Tukang Cukur  : "sampeyan salah mas, itu adalah berarti Tuhan itu tidk nyata alias tidak ada".
Pelanggan terdiam. Beberapa menit kemudian lewat orang dekil dgn rambut panjang kusut sedada dan baju-celana compang-camping.
Pelanggan       : "Bang, tukang cukur ada banyak ya di negara kita"?
Tukang Cukur : "Sampeyan ngomong apa, ya jelas banyak toh, di sini saja pesaing saya ada puluhan, ini baru se RW sini".
Pelanggan      : "hehe...Abang enggak lihat itu orang compang-camping kok di biarin tidak diurus rambutnya? kenapa puluhan tukang cukur di sini tdk mampu selesaikann rambut itu orang, kasihan kan Bang? berarti tukang cukur tidak nyata donk" !
Tukang Cukur  : "lha...salah dia sndiri toh enggak nyamper ke sini".
Pelanggan      : "Insya Alloh sperti itu juga bang, Tuhan itu nyata. Kalau masih ada seabreg kasus menimpa manusia, jangan salahin Tuhan, manusianya yang tidak mendekat ke Tuhan".

Anak Tikus Dan Jebakan
Ada cerita si anak tikus bandel dia tidak peduli akan nasehat ibunya agar tidak masuk ke dalam sentreg (penjebak tikus). Tikus Kecil : bilang "mama, itu ada daging segar di situ, saya lapar". Mama : jangan nak, itu jebakan manusia. itu sentreg ada tutupnya, nanti kamu masuk, dagingnya ke goyang sedikit, kamu terjebak, maka akan muncul manusia membawa api dan pecut, kamu akan di siksa manusia pake api, di rebus di air panas, di tusuk-tusuk". Tikus Kecil : "mana mama? tidak ada manusia, ah mama bohong". Mama : "jangan nak, pasti nanti ada manusia". Tikus kecil itu masuk ke dalam sentreg dan persis terjadilah kenyataan apa yang di ceritakan mama-nya. Begitu juga dengan Tuhan. Dia itu ada namun manusia tidak mampu untuk melihatnya.

Ikan dan Pancing
Juga ada si ikan kecil nakal yang hendak memakan umpan cacing pada sebuah kali. Namun dia tidak mendengar kata-kata ibunya. Ibu : "jangan nak, jangan kau makan cacing itu, itu ada talinya tersambung ke darat, nanti kalau kamu makan itu cacing, kamu akan ditangkap manusia di darat, dia akan menusuk-nusuk kamu, memanggang kamu dan memakan kamu. Ikan Kecil : "ah, enggak ada kok ma". Ikan kecil bandel itu pun tetap memakan cacing itu. Dan dijumpai-lah manusia dengan pisau, bumbu dapur, arang bakar dan sambal. Dan dia pun mati terpanggang. Tuhan juga tidak bisa terlihat oleh manusia biasa. Dia ada dan hanya manusia tertentu saja yang mampu mengetahui keberadaanya.

Dan banyak lagi cerita-cerita lain yang bisa anda cari sendiri dalam situs atau buku-buku disekitar anda

Lalu apakah dengan semua cerita analogi tersebut membuktikan bahwa Tuhan benar-benar nyata ? Setelah anda membaca dan mendengar analogi tersebut, Tuhan bisa nampak didepan mata anda, anda bisa merabanya, anda bisa mendengar suaranya, anda bisa mecium aromanya ? Tidak sama sekali.

Cerita tersebut menjelaskan bahwa manusia memang tidak dapat menemukan rasionalisasi keberadaan Tuhan. Sehingga dibuatlah analogi-analogi tersebut yang diciptakan untuk menghibur nalarnya. Cerita-cerita tersebut terus-menerus diproduksi dan dirawat secara turun temurun. Sehingga menjadi sebuah kisah dongeng yang wajib diceritakan untuk me-ninabobo-kan anak-anak kecil yang nakal dan susah tidur.

Lalu dimanakah Tuhan ?
Tuhan tetaplah tidak nyata, kecuali dalam kisah-kisah dongeng pengantar tidur.



Inilah Tuhan-Nya Orang Indonesia

Unknown | 02.28 | 0 komentar
Anda bingung dengan judul diatas ?
Memangnya Tuhan itu macam-macam ya ? Kok ada Tuhan-nya orang Indonesia. Berarti ada Tuhan-nya orang Malaysia, orang Singapura, orang Inggris, orang Amerika, dll dong ?

Hem...kalau anda bingung itu berarti sama, karena saya-pun juga bingung.


Semestinya yang mempunyai otoritas untuk memberi hukum ini haram atau tidak, ini berdosa atau tidak sepenuhnya adalah wewenang Tuhan. Karena Tuhan pula yang punya hak untuk memberikan pahala atau dosa terhadap sesuatu yang dilakukan oleh menusia.

Tapi yang ada di Indonesia ini menurut saya ngawur. Karena yang menentukan haram dan tidaknya segala hal itu ternyata adalah MUI (Majelis Ulama Indonesia). Lihat saja baru-baru ini MUI memberikan pernyataan tentang konser Lady Gaga yang akan di gelar di Indonesia yang menurut MUI adalah hukumnya Haram.

Kenapa begitu sewenang-wenangnya lembaga MUI mengeluarkan fatwa-fatwa ini haram, itu haram, ini dosa, itu juga dosa ! Bukankah itu tidak berarti sama dengan Tuhan ? Memangnya yang memberikan pahala dan dosa pada orang-orang Indonesia itu adalah MUI ? Memangnya yang memasukkan seseorang ke Surga dan Neraka itu adalah MUI ?




Mengapa Tuhan Tidak Perlu Di Buktikan..?

Unknown | 20.42 | 4 komentar
Saat saya sedang duduk-duduk santai di sebuah warung kopi biasa, dihadapan saya ada 2 orang yang sedang berdiskusi sengit. Saya rasa anda juga perlu menyimak debat seru antara Sesatun dan Muslimun tentang bukti ada dan tidak adanya Tuhan berikut ini.

Sesatun : Mana yang anda sebut bukti Tuhan itu ada mana?

Muslimun :
Alam ini kan bukti adanya Tuhan. Apa anda tidak lihat bagaimana menganggumkannya sistem alam ini?

Sesatun :
Itu bukan bukti. Itu pengandaian. Anda harus bedakan bukti dengan pengandaian. Kalau bukti itu seperti saya melihat anda sekarang. Saya bisa lihat anda. Saya bisa raba. Saya bisa dengar suara anda. Bahkan saya bisa tampar mulut anda yang sok tahu itu.

Muslimun :
Lho kalau bisa dilihat dengan panca indra mana mungkin. Namanya juga Tuhan. Tuhan itu ghaib.

Sesatun :
Dari mana anda tahu bahwa Tuhan itu ghaib?

Muslimun :
Ya dari Kitab Suci.

Sesatun :
Dari mana anda tahu Kitab Suci itu benar.

Muslimun :
Dari Tuhan.

Sesatun :
Anda kok muter-muter sih. Jawaban anda itu bukan membuktikan akan tetapi keyakinan. Kalau yang namanya bukti itu tidak ada urusannya dengan keyakinan. Contohnya sekarang. Apa ada yang menolak bahwa anda tidak ada? Walaupun mereka beragama atau tidak. Asal mereka bisa lihat anda, itu sudah terbukti bahwa anda ada.

Muslimun :
Okey. Sekarang saya mau tanya. Mungkinkah ada sesuatu tanpa ada yang menciptakannya? Mungkinkah alam ini tidak ada yang menciptakannya?

Sesatun:
Tidak mungkin.

Muslimun :
Nah terbukti kan?

Sesatun :
Alam ini bukan bukti adanya Tuhan. Anda saja yang mengandaikan adanya Tuhan. Anda percaya alam ini ada yang menciptkan, tapi anda tidak menemukan siapa yang menciptakanya, jadi anda mengandaikan, kira-kira Tuhan lah yang menciptakan alam ini.

Muslimun :
Huh, anda ini pintar sekali berkelit-kelit.

Sesatun :
Siapa yang pintar berkelit. Anda sendiri yang mutar-mutar bicara ke sana kemari. Padahal sederhana kok masalahnya. Kalau tidak ada buktinya ya kenapa tidak kita akui saja dengan jujur. Selesai kan masalahnya?

Muslimun :
Tapi bagaimana dengan para ahli yang menemukan ilmu pengetahuan alam yang kejadiannya sama persis dengan isi Kitab Suci? Padahal jauh sebelum penemuan itu sudah ada dinyatakan dalam kitab suci?

Sesatun :
Anda ini bagaimana sih. Yang mereka temukan itu kan ilmu pengetahuan, bukan Tuhan. Coba anda tunjukan mana contohnya bukti adanya Tuhan yang mereka temukan.

Muslimun :
Itu pertemuan dua air laut yang airnya saling tidak bisa melewati atau saling mengalir ke lawannya masing-masing. Padahal itu air laut tidak ada batasnya seperti dinding. Apa tidak aneh?

Sasatun :
Aneh ya aneh. Tapi apa hubungannya dengan adanya Tuhan?

Muslimun :
Jauh sebelumnya hal itu kan sudah dinyatakan dalam Kitab Suci. Terbuktikan bahwa Tuhan itu ada!

Sesatun :
Apanya yang terbukti. Terbukti ada kecocokan antara kejadian itu dengan Kitab Suci itu iya. Tapi tidak ada hubungannya dengan Tuhan?

Muslimun :
Ya itulah tanda keajaibannya. Kitab suci itu dari Tuhan. Dan terbukti kebenarannya dengan adanya penemuan seperti itu. Nah, itukan suatu bukti bahwa Tuhan ada?

Sesatun :

Anda ini terlalu mengada-ngada. Terlalu menyiksa diri. Itu namanya keyakinan. Karena adanya hal-hal menakjubkan seperti itu lalu anda kagum. Takjub. Rasa takjub itu membuat imajinasi anda meloncat secara vertical: “O .. pasti ada Tuhan nih. Penemuan itu juga cocok dengan ktab suci. Tidak mungkin tidak ada Tuhan nih”. Nah, itu kan bukan bukti. Itu pengandaian anda. Keyakinan anda. Kalau bukti ya bukti. Masak anda tidak bisa bedakan antara bukti dengan keyakinan.

Muslimun :
Anda selalu menarik-nariknya pada apa yang bisa dijangakau panca indra.

Sesatun :
Yang namanya bukti itu kan mesti di nampakkan, kalau tidak bisa ya sudah.

Muslimun :
Anda pernah merasa rindu pada seseorang?

Sesatun :
Sering. Apa masalahnya?

Muslimun :
Nah rasa rindu itu kan juga tidak bisa dilihat. Tidak bisa dijangkau dengan panca indra. Tapi dia ada kan?

Sesatun :
Betul dia ada. Saya tidak menolaknya. Karena saya memang merasakannya dalam diri saya. Walaupun itu tidak dengan panca indra. Lalu hubunganya dengan Tuhan?

Muslimun :
Nah, Tuhan walaupun tidak nampak tapi itu bisa kita rasakan dalam hati?

Sesatun :
Apa ukurannya bahwa yang saya rasakan itu adalah Tuhan? Coba anda jelaskan.

Muslimun :
Ya, ada rasa yakin dalam diri anda bahwa Tuhan itu ada.

Sesatun :
Nah, yakin kan? Anda bilang keyakinan. Bukan bukti kan?

Muslimun :
Ya yang anda rasakan dalam hati itulah buktinya.

Sesatun :
Anda ini kok mutar-mutar sih. Tadi sudah saya tanya. Apa buktinya bahwa yang dirasakan dalam hati itu adalah Tuhan. Tanda-tanda Tuhan maksudnya?

Muslimun :

Ya hati itu kan yang bisa merasakan kehadiran Tuhan?

Sesatun:
Kehadiran Tuhan? Kok anda tahu bahwa yang hadir itu adalah Tuhan? Jangan-jangan itu adalah setan, hantu, dedemit?

Muslimun :
Astaghfirullah...!!! Anda ini benar-benar orang kafir yang sesat.!!!

Sesatun :
Apakah orang beriman itu harus sering-sering mengkafirkan dan menyesatkan orang lain, seperti anda ini.? Kenapa tidak diakui saja memang tidak ada bukti. Selesai kan? Setelah itu apakah anda akan tetap meyakini adanya Tuhan atau tidak, itu sudah soal berikutnya.


Kritik Immanuel Kant Tentang Keberadaan Tuhan

Unknown | 09.24 | 2 komentar
Menurut Kant, pengetahuan manusia muncul dari dua sumber utama yaitu pengalaman pancaindra dan pemahaman akal budi (rasio). Pengalaman yang diperoleh melalui pancaindra kita kemudian diolah oleh pemahaman rasio kita dan menghasilkan pengetahuan. Itu sebabnya pengetahuan manusia selalui bersifat apriori dan aposteriori secara bersamaan. Tanpa pengalaman indrawi maka pengetahuan hanyalah konsep-konsep belaka, tetapi tanpa pemahaman rasio pun pengalaman indrawi hanya merupakan kesan-kesan pancaindra belaka yang tidak akan sampai pada keseluruhan pengertian yang teratur yang menjadikannya sebagai sebuah pengetahuan.



Pengetahuan bermula dari pengalaman pancaindra yang kemudian diolah oleh pemahaman rasio untuk menghasilkan sebuah pengetahuan yang menyeluruh dan teratur. Oleh sebab itu, maka segala sesuatu yang tidak bisa dialami oleh pancaindra tidak bisa dijadikan sebagai sumber pengetahuan, tetapi hanya sebagai sebuah hipotesis belaka.

Maka objek-objek seperti tuhan tidak bisa dibuktikan kebenarannya dan ketidakbenarannya karena tuhan berada di luar jangkauan pancaindra. Kita tidak akan pernah bisa mendapatkan pengetahuan tentang tuhan sejauh apa pun kita berusaha (agnostisisme).

Dari dasar inilah kemudian Kant menolak argumentasi-argumentasi yang mencoba membuktikan keberadaan tuhan.

Argumentasi pertama yang ditolak oleh Kant adalah argumentasi fisika-teologis. Menurut argumen ini, fakta di alam semesta membuktikan bahwa segala sesuatu itu memiliki keterarahan akan tujuan tertentu. Ada sebuah tatanan yang rapi di alam semesta yang menyebabkan alam semesta ini seperti telah ada yang mengatur. Semua makhluk hidup di alam semesta tidak ada begitu saja melainkan seakan-akan memiliki tujuan (telos) akhir. Dan tujuan akhir (causa finalis) dari semua keterarahan ini adalah menuju kepada tuhan, maka tuhan itu ada.

Dengan tegas Kant menolak argumen ini. Menurut Kant, pembuktian melalui data-data empiris secara teoritis tidak sah. Keterarahan yang dijadikan dasar pijakan argumen fisika teologis tidak secara langsung bisa membuktikan bahwa tuhan itu ada. Menurutnya; yang bisa disimpulkan dari argumen itu adalah adanya arsitek dunia yang aktivitasnya mungkin dibatasi oleh kapasitas makhluk padanya arsitek itu bekerja, dan bukan kreator dunia yang kepadanya segala sesuatu tunduk.

Argumen kedua yang ditolak oleh Kant adalah argumen kosmologis. Argumen ini didasarkan pada kontigensi di alam semesta (kosmos). Kontigensi artinya kemungkinan untuk ada atau tidak ada. Tetapi pada kenyataannya alam semesta ini ada, padahal alam semesta mungkin saja tidak ada. Oleh sebab itu maka alam semesta menjadi tidak niscaya alias kontigen. Karena alam semesta itu tidak niscaya pasti ia bergantung pada sesuatu yang niscaya, yang niscaya adalah tuhan. Maka tuhan itu ada.

Kant juga menolak argumen kosmologis ini. Menurut Kant, adalah benar sesuatu yang tidak niscaya (kontigen) pasti bergantung pada sesuatu yang niscaya. Akan tetapi, argumen ini hanya berlaku pada objek-objek indrawi saja. Tuhan adalah objek supraindrawi (tidak bisa diamati oleh pancaindra). Alam semesta adalah objek indrawi dan alam semesta bergantung pada objek yang supraindrawi (tuhan) adalah tidak sah secara logis. Argumen ini tidak serta merta membuktikan tuhan itu ada.

Sedangkan argumen ketiga yang juga ditolak adalah argumen ontologis. Argumen ontologis berpijak pada konsep tuhan sebagai entitas yang mahasempurna. Oleh karena tuhan mahasempurna itu berarti tuhan itu ada, karena apabila tuhan tidak ada maka tuhan tidak mahasempurna. Oleh sebab tuhan mahasempurna, maka tuhan ada.

Lagi-lagi Kant juga menolak argumentasi ini. Menurut Kant, esensi tidak dengan sendirinya menyertakan eksistensi. Ide atau konsep tentang sesuatu (seperti tuhan itu mahasempurna) tidak dengan sendirinya terkandung eksistensinya. Di dalam otak saya, saya berpikir bahwa saya mempunyai uang 100 juta. Pikiran saya itu nyata adanya, tetapi tidak berarti saya secara nyata memiliki uang 100 juta. Menurut Kant, kita tidak dapat menderivasikan (menurunkan) realitas dari konsep. Konsep saya mempunyai uang 100 juta tidak serta merta menjadikan saya memiliki uang 100 juta walaupun konsep tentang saya memiliki uang 100 juta itu benar adanya. Begitu pula konsep tuhan mahasempurna tidak serta merta menjadikan tuhan itu ada secara nyata.

Maka kemudian ada tidaknya tuhan tidak dapat dibuktikan. Kita sampai pada kesimpulan bahwa kita tidak akan pernah memperoleh pengetahuan tentang keberadaan tuhan dan ketidakberadaannya. Tuhan itu ada atau tuhan itu tidak ada kita tidak akan pernah sanggup membuktikannya. Inilah kritik Immanuel Kant tentang keberadaan tuhan sejauh yang saya pahami.


Orang Yang Membunuh Tuhan Itu Bukan Saya Tapi Nietzsche

Unknown | 09.58 | 0 komentar

Mendengar nama Nietzsche, ingatan kita langsung dibawa ke sosok filsuf yang dengan lantang meneriakkan kematian tuhan. Requiem Aeternam Deo! (semoga tuhan beristirahat dalam kedamaian abadi). Pemberontakan Nietzsche tersebut telah membuat gempa bumi dahsyat di Eropa, karena menyerang akar kultur barat (tradisi Yudeo-Kristiani). Sebuah gempa dahsyat yang getarannya masih terasa sampai sekarang.


Persoalannya sekarang, kita perlu memahami mengapa Nietzsche berkeras membunuh tuhan. Filsuf sekaliber beliau pasti memiliki alasan kuat untuk mematikan tuhan.

Dasar bangunan argumentasi ateisme Nietzsche adalah filsafat manusianya. Nietzsche, sperti layaknya humanis-sekuler lainnya, memandang manusia sebagai makhluk yang menempasti posisi khusus dalam tatanan kosmos. Namun demikian, berbeda dengan para filsuf rasionalis, Nietzsche berkeras bahwa kekhususan manusia tidak terletak pada rasionya, melainkan kehendak. Persisnya adalah apa yang disebutnye sebagai kehendak berkuasa.

Konsep Nietzsche tentang kehendak untuk berkuasa berkaitan erat dengan konsep filsafat hidup (lebenphilosophie) tentang hidup. Tradisi filsafat hidup memandang hidup bukan semata-mata proses biologis, melainkan arus yang mengalir, meretas dan tidak tunduk pada apapun yang mematikan gerak hidup. Nietzsche sendiri memandang hidup sebagai insting atas pertumbuhan, kekalahan dan penambahan kuasa. Pendeknya, hidup menurut Nietzsche adalah kehendak untuk berkuasa!

Absennya kehendak kuat untuk berkuasa membuat manusia menjadi lemah, serba takut, serba kalah dan menyerahkan hidupnya untuk diatur oleh berbagai macam pedoman eksternal. Nietzsche mengemukakan konsepnya tentang ideal asketisme. Ideal asketisme adalah idealisasi, sublimasi rasa sakit, benci, dendam, kelemahan dan ketidakberdayaan menjadi suatu yang bermakna supaya lebih bisa ditahan. Nietzsche menyalahkan moralitas kristiani sebagai bentuk ideal asketisme. Demi mempertahankan kedudukannya, Nietzsche melakukan genealogi untuk menelusuri asal usul nilai moral.

Nietzshe mengemukakan bahwa suatu ketika masyarakat terpilah menjadi dua kelas, yaitu budak dan kelas aristokrat. Kelas budak, dalam perspektif Nietzsche, bukanlah kelas tertindas melainkan sekawanan orang yang tak berbakat dan lemah. Miskin dalam stamina, kesehatan, energi, vitalitas, semangat, tidak menarik secara fisikal dan seksual. Serba kekurangan yang membuat hidup mereka menderita dan marah terhadap kemuraman hidup mereka. Mereka kemudian juga benci, cemburu dan dendam terhadap kelas aristokrat yang memiliki apa-apa yang tidak mereka miliki (kesehatan, energi, vitalitas dan lain-lain). Perang terhadap kelas aristokrat tak membawa hasil apa-apa, sampai pada suatu ketika kelas budak menggunakan senjata terakhir mereka: pembalikan niali-nilai. Mereka membalik nilai-nilai aristokrat yang tadinya mereka anggap tinggi menjadi niali-nilai rendah yang akan dibalas tuhan di akhirat. Dendam mereka terhadap kelas tuan terlampiaskan dengan mematok nilai-nilai aristokrat sebagai ‘jahat’. Kelas budak akhirnya berdamai dengan kegagalan, kelemahan, ketakberdayaan mereka dengan meluhurkan semua itu dan meletakkan semua di luarnya sebagai ‘jahat’.

Kemanusiaan yang termiskinkan oleh nilai-nilai melemahkan kelas budak, menurut Nietzsche, sudah saatnya dibongkar. Langkah pertama pembongkaran nilai-nilai budak adalah pembunuhan tuhan sebagai idealisasi rasa benci, dendam ketidakberdayaan kelas budak menghadapi kelas aristokrat. Tuhan adalah pelipur lara kelas budak yang menjamin dendam mereka akan terlampiaskan dengan menghukum yang jahat di akhirat. Tuhan adalah jaminan bagi kelas budak utnuk berdamai dengan kegagalan, kelemahan dan ketakberdayaan, karena semua itu akan tekompensasi oleh hadiah surgawi.

Pembunuhan tuhan sudah tak terelakkan lagi guna mentransvaluasi nilai-nilai dan memunculkan adimanusia (ubermensch) yang afirmatif terhadap hidup dan mengakomodasi kehendak berkuasa sebagai nilai tertinggi. Adimanusia, menurut Nietzsche, akan menggantikan posisi tuhan, karena ia sendiri menentukan yang baik bagi dirinya (suatu peralihan dari ‘kamu harus’ ke ‘saya ingin’). Adimanusia jualah yang nantinya akan menganut amor fati (cinta kasih) dan percaya akan kembalinya secara sama segala sesuatu (eternal recurrene of the same). Amor fati adalah kecintaan akan hidup ini dan ketidaksudian untuk melarikan diri ke dunai akhirat sebagai kompensasi penderitaan di dunia ini. Konsekuansi dari amor fati adalah tiadanya akhirat sebagai keabadian sejati yang mendegradasikan hidup duniawi sebagai kesementaraan tanpa makna, akhirat dimana tuhan akan mengeksekusi yang jahat dan menghadiahi yang baik (versi budak tentu saja).

Ketiadaan tuhan dan akhirat disampaikan Nietzsche lewat gagasanya tentang kembalinya segala sesuatu secara sama. Bahwasanya dunia menjadi bernilai ketika tuhan sudah lenyap; apa pun yang pergi akan kembali lagi, apa pun yang kering akan merekah lagi. Dunia yang kita hidupi sekarang dapat dikatakan sebagai abadi dan divine; sifat-sifat yang tadinya hanya dilekatkan pada tuhan transenden.

Singkatnya tuhan adalah absurd karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dia telah mendorong orang untuk takut terhadap hasrat, tubuh, seksualitas mereka sendiri dan mempromosikan moralitas belas kasih yang membuat kita lemah. Tuhan telah lama digunakan untuk mengasingkan manusia dari kemanusiaan melalui tindakan menolak dunia (asketisme)


Akhirnya Saya Tahu Tuhan Sedang Apa...!!

Unknown | 14.48 | 0 komentar
Sering kali saya berpikir Tuhan sedang apa sekarang ya?

Kalau yang pernah saya dapat dari cerita para guru-guru saya, bahwa Tuhan lah yang telah menciptakan dan mengatur semua yang ada di alam jagad raya ini..


Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya.....

Tuhan menciptakan manusia...menentukan kapan manusia lahir....menentukan seperti apa nasibnya...menentukan siapa jodohnya...menentukan kapan dia mati....

Tuhan juga menciptakan surga dan neraka yang kelak di huni oleh manusia-manusia ciptaanya setelah dia mati...

Tuhan juga yang menyuruh orang-orang pilihanya sebagai nabi untuk menyerukan kepada umat manusia agar senantiasa patuh menyembah kepadanya....

Selain itu Tuhan juga menciptakan setan yang dia suruh untuk membujuk umat manusia agar senantiasa mengabaikan Tuhan....

Diahir kisah Tuhan pula yang akan membinasakan seluruh alam jagad raya ciptaanya ini beserta isinya....manusia yang patuh menyembahnya akan dia masukan kedalam surganya dan manusia yang tidak menyembahnya akan Tuhan masukkan kedalam neraka....

Banyak sekali sebenarnya yang telah diceritakan kepada saya...sampai saya lupa untuk mengingatnya....

Dari banyak cerita itu ahirnya saya sedikit tahu sedang apa Tuhan saat ini.....

Anda ingin tahu juga ya...?


Karena saat ini Tuhan sedang kesepian dalam kesendirianya....hingga dia ciptakan alam dan manusia untuk menghiburnya......




Ter-Nyata Tuhan Itu Tidak Nyata

Unknown | 03.06 | 1 komentar

Dalam konteks keyakinan, keberadaan Tuhan jarang dipersoalkan. Karena diyakini Tuhan tidak bisa bahkan tidak boleh dipikirkan. Namun dalam konteks pemikiran, keberadaan Tuhan justru menjadi objek kajian yang mengundang banyak perdebatan, sehingga muncul keragaman pemahaman tentang Tuhan, baik yang mengakui maupun yang menolak keberadaan Tuhan. Bertrand Russel, seorang pemikir Inggris Abad-20, dalam buku kumpulan essaynya Russel on Relligion (Greenspan dan Andersson), mengajukan sejumlah kritik tentang dalil yang lazim menjadi dasar keberadaan Tuhan.

Pertama, dalil kemaslahatan sosial. Inti dari pandangan ini adalah bahwa kepercayaan pada Tuhan sangat penting karena mengingat kebutuhan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Diperlukan adanya suatu Zat yang mengatur seluruh gerak dan laku kehidupan agar tidak terjadi kekacauan. Dalam sitilah lain, hal ini berfungsi sebagai katup pengaman dalam interaksi sosial. Russel menilai argumen ini sangat memalukan, karena kepercayaan kepada Tuhan berangkat dari kebutuhan kehidupan duniawi kita. Meskipun, dalam batas tertentu, kepercayaan pada Tuhan bisa menimbulkan kemaslahatan etis dan sosial, namun hal itu bukan berarti telah membuktikan bahwa Tuhan itu ada.
Terlalu sederhana untuk menjadikan kebutuhan akan rasa nyaman untuk meyakini keberadaan Tuhan.

Bagi Russel, hal ini tidak hanya bertentangan secara logika, namun juga merugikan secara moral, karena dasar dari moral adalah kejujuran. Seseorang akhirnya bisa berhenti berbuat baik jika tidak ada alasan yang meyakinkan untuk melakukannya. Bahkan, dengan keyakinan tertentu, seseorang bisa melakukan tindakan yang tidak bermoral terhadap orang lain yang tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinannya. Ia akan menjadi seorang penuntut. Karena itu, Russel menyimpulkan bahwa iman adalah suatu kejahatan, karena dengan iman seseorang mempercayai sesuatu yang tidak meyakinkan, lalu kemudian menilai orang lain berdasarkan ukuran yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan.


Kedua, dalil kemahakuasaan dan kemahabaikan Tuhan. Diyakini bahwa Tuhan mengatur kehidupan dengan kekuasaan yang dimilikinya. Dan dibalik setiap apa yang dilakukan Tuhan adalah untuk kebaikan kehidupan. Tetapi Russel menilai bahwa keyakinan ini sama sekali tidak terbukti. Betapa banyak bencana dan kejahatan yang terjadi dalam kehidupan. Betapa banyak orang yang terlahir dalam keadaan tidak menguntungkan dan kemudian juga mengalami nasib buruk. Memang sebagian orang mendapatkan kehidupan yang baik, namun tetap juga banyak yang mendapatkan kehidupan sebaliknya. Artinya kenyataan membuktikan bahwa kehidupan penuh dengan kekurangan, kejahatan disamping juga kebaikan.

Russel kemudian bertanya: “Lalu dimana letak kemahabaikan Tuhan? Kenapa ia tidak menjadikan kehidupan ini sepenuhnya baik?” Agama menjawab, bahwa bencana dan penderitaan tidak bisa dijadikan dasar untuk menyanggah kebaikan Tuhan. Semua itu terjadi karena dosa manusia. Tetapi Russel balik bertanya: “Bagaimana mungkin seorang bayi yang menderita suatu penyakit sudah pernah berbuat dosa?” Dijawab lagi bahwa itu karena dosa orang tuanya.

Bukannya menjadi semakin jelas, jawaban ini bagi Russel justru semakin membingungkan. Ia melihat, sama sekali tidak ada penjelasan yang meyakinkan antara kebaikan dan keburukan dalam hubungannya dengan Tuhan yang mahabaik dan mahakuasa. Bagaimana mungkin Tuhan yang mahakuasa justru tidak kuasa menghilangkan cacat dari ciptaannya? Kenyataannya, berbagai dinamika kehidupan berlangsung begitu saja dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tanpa pernah memihak pada apapun. Lalu dimana Tuhan yang diyakini mahakuasa beritndak mengatur kehidupan agar tetap berjalan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan sifatnya sebagai pencipta kebaikan?


Antara Tuhan Dan Pak Harto

Unknown | 23.42 | 0 komentar
Saya di-lahir-kan di Indonesia tepatnya di zaman saat pak Harto menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

Sebelum pertama kali saya ada di muka bumi ini, saya sama sekali tidak pernah memilih untuk di lahirkan dimana, tapi saya di paksa untuk lahir disini. Padahal kalau saya bisa memilih, saya akan memilih dilahirkan di Korea saja, kenapa....?? ya karena cewe disana lebih cantik-cantik. Tapi ya sudahlah soal cewe tidak perlu di bahas disini.


Terus apa hubunganya dengan judul di atas....????

Begini kisahnya.....

Sejak saya masih kanak-kanak, baik dikeluarga maupun di lingkungan sekolah, saya slalu di jejali wacana bahwa pak Harto adalah presiden saya, seorang pemimpin bijaksana yang slalu berjuang untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Padahal saya sama sekali tidak pernah ketemu dengan pak Harto apalagi mengenalnya.....

Bagaimana tidak, orang tua dan guru-guru saya slalu mengatakan bahwa, saya bisa sekolah itu karena pak Harto, karena dulu sebelum pak Harto orang ingin sekolah sangat susah sekali.
Saya bisa makan nasi itu juga karena pak Harto, karena dulu orang Indonesia jarang sekali bisa makan nasi, yang mereka makan sehari-hari hanyalah ubi.
Saya bisa pakai baju yang bagus itu karena pak Harto, karena dulu yang di pakai adalah karung-karung beras yang di jahit menjadi baju.....dan banyak lagi cerita-cerita yang memenuhi otak saya pada saat itu.

Dan tidak ada seorang pun pada saat itu yang mengatakan pada saya, bahwa pak Harto lah yang telah banyak membunuh, menculik, memenjarakan orang-orang tak berdosa yang menentangnya. Pak Harto lah yang mengeruk semua kekayaan yang ada di bumi Indonesia ini.

Pada saat itu otak saya "di paksa" untuk mengakui pak Harto lah presiden saya, walaupun saya tidak pernah memilihnya. Otak saya juga "di paksa" mempercayai dan memahami bahwa, pak Harto adalah seorang tokoh sempurna yang sangat bijaksana sekali. Sampai-sampai ketika saya di tanya, apa cita-cita saya, saya dengan lantang menjawab, cita-cita saya ingin menjadi presiden hebat seperti pak Harto.

Tapi setelah pak Harto jatuh dari kekuasaanya, segala kebobrokan dan kejahatan pak Harto juga telah banyak terungkap. Pak Harto yang dulu saya gambarkan sebagai seorang pemimpin dan tokoh hebat yang sempurna, sekarang justru sebaliknya.

Lalu apa hubunganya pak Harto dengan Tuhan...???

ahh.....saya juga tidak tahu apa hubunganya. saya pun tidak peduli apakah tulisan ini berhubungan atau tidak.

Yang saya ketahui sejak kecil, bahwa saya pun selalu di jejali oleh orang tua dan guru-guru saya dengan pemahaman bahwa saya adalah makhluk ciptaan Tuhan, walaupun saya di lahirkan dari rahim ibu saya (bukan rahim Tuhan). Tuhan lah yang berkuasa atas saya, walaupun saya tidak pernah bertemu denganNya. Sejak dulu kepala saya pun selalu di jejali dengan pemahaman bahwa Tuhan itu maha pengasih.....Tuhan itu maha penyayang....Tuhan itu maha adil....Tuhan itu maha bijaksana....Tuhan itu maha pengampun....Tuhan itu maha pemberi.....Tuhan itu maha kuasa....dan banyak lagi.

Sekali lagi otak saya pun "di paksa" untuk ber-Tuhan, dan menyakini semua yang di jejal kan pada kepala saya, karena tidak ada pemahaman lain yang saya terima, selain tentang kebesaran dan kesempurnaan Tuhan.

ahh.........apakah keyakinan saya ini mungkin karena tidak ada yang mengatakan pada saya kalau Tuhan itu jahat, Tuhan itu tidak adil, Tuhan itu tidak kuasa......????

Apakah saya harus menunggu sampai Tuhan jatuh dari singgasananya hingga semua kejahatan Tuhan terungkap.......???

Atau anda sendiri yang akan mengatakan pada saya........


Mengapa Partikel Tuhan Bisa Ditemukan

Unknown | 20.12 | 0 komentar
Para ilmuwan di Eropa telah mengumumkan penemuan Partikel Tuhan, partikel yang telah diteliti selama bertahun-tahun dan yang diyakini bisa menjelaskan proses terbentuknya alam semesta. Tetapi apa sebenarnya yang disebut Partikel Tuhan atau yang disebut juga Partikel Higgs Boson itu?

Peter Higgs : Ilmuwan yang menemukan Partikel Tuhan

Pada awalnya

Lebih dari 50 tahun lalu fisikawan Peter Higgs dan lima rekannya mengajukan teori tentang sebuah medan tidak terlihat yang membentang di sepanjang alam semesta dan memberikan masa kepada partikel-partikel, membuat mereka menyatu, dan mulai membentuk bintang serta planet.

Menurut teori yang diajukan pada tahun 1964 oleh Higgs medan itu berinteraksi dengan partikel-partikel kecil untuk membentuk atom, memberi mereka masa sehingga tidak melesat di angkasa dengan kecepatan cahaya.

Higgs meramalkan bahwa medan itu sebenarnya mempunyai sebuah partikel penanda. Jika berhasil menemukan partikel itu maka keberadaan medan itu bisa dibuktikan.

Tetapi dalam setengah abad berikutnya tidak ada yang bisa membuktikan keberadaan medan yang belakangan disebut Medan Higgs itu, sampai para ilmuwan di Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumunkan hasil temuannya Rabu.

Mengapa partikel itu penting

Partikel tersebut adalah sebagai sumber masa - ini sesuatu yang menahan sebuah objek untuk bergerak - telah lama didebatkan dalam ilmu fisika.

Lebih jauh lagi penemuan Partikel Tuhan atau Higgs Boson akan bisa menjelaskan teori Model Standar dalam fisika, teori yang dikemukakan pada tahun 1973 yang mengklaim bahwa alam semesta tercipta dari 12 partikel, yang menjadi sumber dan dasar dari semua benda di alam semesta.

Mengapa disebut Higgs Boson

Nama Higgs diambil dari nama Peter Higgs, yang kini berusia 83 tahun, yang pertama kali mengemukakan teori tentang medan tak terlihat dan Partikel Tuhan itu.

Sementara Boson adalah partikel non-benda yang bekerja sebagai pembawa gaya atau pembawa pesan yang bergerak di antara partikel benda.

Interaksi dari partikel benda dan non-benda itu menghasilkan tiga gaya utama - gaya kuat, lemah, dan gaya elektromagnetik. Terdapat gaya keempat, yakni gaya gravitasi. Gaya gravitasi adalah misteri tersendiri karena hingga kini pemicunya masih dicari dan diduga disebabkan oleh boson yang disebut graviton.

Bagaimana partikel itu ditemukan

Untuk menemukan partikel itu dan menentukan karakternya para ilmuwan harus memecah proton di dalam Large Hadron Collider, mesin penumbuk partikel yang bekerja dengan kecepatan hampir manyamai kecepatan cahaya dan berlokasi di perbatasan Swiss dan Prancis.

Nah, dari keping-keping partikel-partikel proton yang dipecahkan dalam mesin yang dibangun oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) itu para ahli akan berusaha mencari apa yang disebut "Partikel Tuhan" atau "Higgs Boson" itu.

Tumbukan yang terjadi di dalam mesin itu menghasilkan suhu yang 100.000 kali lebih panas dari Matahari, mengulang apa yang terjadi saat "Big Bang" atau Ledakan Besar yang diduga berlangsung 14 miliar tahun lalu.

Mengapa disebut Partikel Tuhan

Partikel Higgs disebut partikel Tuhan karena seperti Tuhan partikel itu sangat kuat, berada di mana-mana tetapi sukar ditemukan.

Faktanya asal nama itu tidak sebegitu puitis. Nama itu berasal sebuah buku karya fisikawan Leon Laderman yang ketika masih dalam bentuk draft diberi judul "The Goddamn Particle", untuk menjelaskan betapa susahnya menemukan partikel Higgs itu.


Sumber : AFP. CERN


Para Ilmuwan Telah Menemukan Tuhan

Unknown | 19.29 | 0 komentar
Penellitian yang baru-baru ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) cukup mengejutkan. Mereka telah menemukan Higgs Boson atau lebih dikenal dengan Partikel Tuhan merupakan partikel hipotesis yang mengisi massa menjadi materi. Partikel itu dianggap sangat penting, sebab dianggap bisa melengkapi bahkan menyempurnakan teori alam semesta yang diperkenalkan Albert Einstein.


Berdasarkan teori tersebut, Higgs Boson merupakan perantara yang kemungkinan membuat bintang, planet, dan kehidupan menjadi mungkin, dengan memberi massa untuk sejumlah partikel dasar. Ini juga dasar yang menyebut Higgs Boson disebut Partikel Tuhan.

Teori itu sendiri merupakan salah satu teori yang paling sukses di dunia fisika meski mempunyai sejumlah kelemahan. Salah satunya kelemahan terbesarnya karena tidak bisa menjelaskan mengapa sejumlah partikel mempunyai masa sedangkan yang lain, semisal cahaya, tidak.

Higgs Boson adalah partikel misterius yang selama ini hanya eksis dalam teori. Pencarian Higgs Boson berguna untuk mensahihkan Standar Model Fisika Partikel, terutama menerangkan mengapa suatu partikel memiliki massa dan yang lain tidak.

Diketahui, pada masa awal semesta, tepatnya setelah Big Bang, semua partikel tidak memiliki massa. lalu pada saat semesta mendingin, gaya yang disebut medan Higgs terbentuk bersama Higgs Boson. Interaksi dengan Higgs Boson menentukan apakah partikel akan memiliki massa. Diajukan oleh Higgs dan sejumlah ilmuwan lain, Boson itu diyakini terdapat dalam sebuah medan tidak terlihat, yang ada di semua tempat, dan diciptakan oleh Big Bang pada sekitar 14 miliar tahun silam.

Menurut teori itu partikel-partikel yang melewati medan Higgs akan melambat karena "menerima masa". Sebaliknya partikel lain, seperti cahaya, bisa melesat tanpa halangan.



Sumber : Sains. Kompas


Hubungan Tuhan Dengan Alam

Unknown | 05.33 | 1 komentar
Manusia secara naluriah percaya adanya Tuhan sebagai zat maha kuasa yang mengatur alam semesta. Petir misalnya, disebabkan oleh amarah Tuhan tertentu. Terjadinya tsunami dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan umat tertentu agar tidak berbuat dosa. Bayi yang lahir dengan kondisi cacat dipandang sebagai hukuman Tuhan pada orang tuanya. Asosiasi antara gejala alam dan Tuhan sangat erat dari dahulu.

Asal usul keyakinan pada Tuhan tampaknya dari usaha menjelaskan pengalaman manusia tentang hal-hal baru dan peristiwa-peristiwa yang diluar kebiasaan alam (bencana alam misalnya). Tuhan ada sebagai pengisi celah atas hal-hal tersisih dan abnormal di alam. Kemunculan Tuhan diawali dengan usaha menjelaskan ketidakteraturan dan kejadian yang bersifat kebetulan.

Karena Tuhan dikonsepsikan oleh manusia dan ketika dipercaya oleh mayoritas orang dalam masyarakat, maka masuklah konsepsi Tuhan ke dalam politik. Dari sini lahirlah magi, sebuah usaha untuk menggunakan “Tuhan” untuk meraih kekuasaan. Dengan adanya magi, manusia merasa mampu memanipulasi alam. Durkheim mencontohkan ritus-ritus seperti merubah arah angin, memaksa turunnya hujan, atau bahkan menghentikan gerak matahari. Dari magi inipun berkembanglah agama dimana Tuhan dan hukum disatukan untuk memberikan rasa aman dan menghubungkan manusia dengan kekuatan di luar alam. Hal ini mungkin datang dari kesadaran kalau manusia sendirian tidak mampu menghadapi alam. Mereka membutuhkan agen yang mengatasi alam tersebut. Dengan adanya agen ini, Tuhan, manusia yang beriman mampu menciptakan mukjizat. Mukjizat para nabi misalnya, pada dasarnya merupakan gambaran superioritas manusia untuk menghadapi alam yang dipandang begitu kuat. Dengan adanya personifikasi pada alam, muncul gagasan untuk menyatukan keseluruhannya ke dalam sebuah semesta. Pada gilirannya membawa pada agama-agama besar yang lebih universal dalam memandang alam dan membawa pada konsepsi monoteisme.

Seiring berjalannya waktu, orang mulai merasa tidak puas dengan penjelasan Tuhan, apalagi bila penjelasan tersebut erat kaitannya dengan kekuasaan. Suatu gejala alam tampaknya terjadi begitu saja dan selalu begitu. Sebagai contoh, Aristoteles bicara kalau batu selalu jatuh ke bawah ketika dilempar. Ada sebuah aturan yang tidak dapat dilanggar walau bagaimanapun di alam ini. Dengan asumsi yang disebut determinisme ini, orang mulai mencari penjelasan hukum atau mekanisme alam, sebuah penjelasan yang tidak lagi memerlukan agen Tuhan sebagai penyebab peristiwa alam tersebut terjadi. Hal ini diperkuat lagi mengenai isu keadilan dan kejahatan yang muncul dari para pemikir ketika dihadapkan dengan argumen sebab Tuhan.


Tuhan Tidak Lebih Nyata Daripada Kentut

Unknown | 01.09 | 0 komentar
Sudah saya duga, pastinya anda bertanya, apa maksudnya judul postingan di atas ? Jangan anda terburu-buru untuk menyimpukan. Alangkah lebih baiknya anda selesaikan terlebih dahulu membaca kelanjutan tulisannya.

Ribuan tahun lalu, Epicurus seorang filosof dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang  kekuasaan Tuhan.
Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun. Berikut adalah cuplikannya :

“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.

Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.

Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus

Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar  dan berani pada masa itu.  Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontroversi dan perdebatan sengit:

“Benarkah Tuhan itu ada, bagaimana membuktikannya ada, siapa yang menciptakan Tuhan dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya”

Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang cukur, analogi tikus dan jebakan, dll (baca juga disini). Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan.

Tuhan dan Teori Kentut

Apa ada sih Teori Kentut itu ? Ngacau saja tulisan ini !
Menurut saya Tuhan memiliki banyak persamaan dengan kentut.  Perbandingan yang menurut anda tentu saja sangat keterlaluan. Tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya.

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga.  Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan  Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.

Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering kita mendengar seseorang berkata: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa measakannya dengan sangat jelas”.  Bahkan ada juga yang sampai sampai mengaku bisa mendengar suara Tuhan. ” Ah, kentut kali !”

Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”.  Nah, ucapan orang bijak inipun membuat  keberadaan  Tuhan menjadi semakin tidak jelas. Perdebatan tentang Tuhan tampaknya tidak lebih jelas dari pada kentut.

Tapi sudah lah. kalau anda sudah merasa mual karena baunya. Itu karena tulisan inipun tidak lebih hanya sekedar kentut.



Saya Bosan Menyembah Tuhan Ciptaan Saya Sendiri

Unknown | 09.47 | 3 komentar
Ketika saya gelisah,
Saya katakan Tuhan Maha Penenang
Ketika saya panik,
Saya katakan Tuhan Maha Penolong
Ketika saya miskin,
Saya katakan Tuhan Maha Kaya
Ketika saya kaya,
Saya katakan Tuhan Maha Pemurah

Ketika saya tidak tahu,
Saya katakan Tuhan Maha Tahu
Ketika saya dianiaya
Saya katakan Tuhan Maha Penolong
Begitulah seterusnya ….


Akhirnya saya sadar
Tuhan, adalah antidot atas segala keterbatasan saya
Tuhan, menjadi ada karena saya butuh Dia ada
Tuhan saya hadirkan ketika saya tak mampu lagi menjawab segala hal
Tuhan,adalah proyeksi impian ideal saya
Tuhan, adalah katarsis psikologis dalam diri saya
Dengan kata lain,
Tuhan adalah batas ketidakberdayaan saya

Akhirnya saya sadar
Ternyata ..
Tuhan hanya menurut perasaan saya
Tuhan hanya menurut pikiran saya
Tuhan hanya menurut imajinasi saya

Sedang Tuhan asli,
Hingga kini saya tak pernah tahu!


Mengapa Tuhan Anda Tidak Adil.?

Unknown | 05.05 | 0 komentar
Tuhan yang saya yakini adalah Tuhan yang adil. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang,Tuhan yang tidak pilih kasih,bukan Tuhan yang hanya mengakui salah satu umatNya saja..

Tuhan agama si Salim hanya mengakui kebenaran umat si Salim
Tuhan agama si Kristin hanya mengakui kebenaran umat si Kristin
Tuhan agama si Budi hanya mengakui kebenaran umat si Budi
Tuhan agama si Indi hanya mengakuikebenaran umat si Indi


Adakah Tuhan yang mengakui dan menyayangi semua umat agama?
Tuhan yang tidak menghukum pada umatNya yang lain hanya karena berbeda keyakinan? Dan memasukkanya ke dalam neraka jahanam sementara umat itu berprilaku baik dan terpuji? Yang dipertimbangkan Tuhan itu apa sih? Amal perbuatan manusia? Atau bagaimana cara menyembahNya?
Semua agama mengakui bahwa agama-nyalah yang paling benar karena mengajarkan kebaikan-kebaikan,setiap agama punya Tuhannya masing-masing. Padahal Tuhan cuma ada satu,jika ada diantara agama diatas yang dinyatakan paling benar,berarti agama yang lain dianggap tidak benar,kita sebut saja agama yang tidak benar ini adalah agama “abal-abal”

Di lingkungan manapun,dalam agama apapun manusia ada yang berperilaku baik dan buruk,Apakah Tuhan yang maha adil dan penyayang akan tetap menghukum dan memasukan kedalam neraka? Bagi manusia terpuji tapi dari umat abal-abal? Sementara perilakunya sama baiknya dengan umat dari agama yang paling benar ? Bahkan mungkin bisa saja lebih baik. Jika Tuhan memasukkanya kedalam neraka berarti Tuhan KEJAM telah berbuat tidak adil,jika Tuhan masih mempertimbangkan perbuatannya kemudian memasukkannya kedalam surga berarti semua umat agama SAMA SAJA…

Atau mungkin Tuhan mempertimbangkan kedua-duanya,umat abal-abal bukan umat Tuhan (tapi masih makhluk ciptaanNya) karena berprilaku terpuji maka dimasukanlah dia ke surga namun berbeda KELAS dengan kelompok umat paling benar,begitu juga bagi umat yang durhaka mereka akan masuk neraka berdasarkan kelasnya masing-masing tergantung dari umat mana mereka berasal.. Kok Tuhan PILIH KASIH?

Padahal semua makhluk yang diciptakan memililki pemahaman dan pemikiran yang berbeda-beda,sehingga apa yang mereka yakini apa yang mereka pahami otomatis juga berbeda.. kenapa Tuhan tidak bisa menerima perbedaan mereka? Kenapa mereka dibeda-bedakan? Bukankah apa yang mereka yakini apa yang mereka pahami menggunakan akal dan pikiran yang Engkau ciptakan? dan Engkau tahu bahwa hasil dari pemahaman dan pemikiran mereka akan berbeda-berebeda tergantung di lingkungan mana mereka dilahirkan dan bagaimana mereka dibesarkan? Bagaimana mereka bisa memilih mana yang paling benar sementara sejak lahir hanya diperkenalkan pada satu agama oleh orang tuanya? Dan kata orang tuanya:“Inilah agama yang paling benar”. Apakah mereka harus keluar masuk agama untuk mengetahui agama mana yang paling benar ? Bagaimana nasib mereka yang terlahir di lingkungan agama yang dianggap tidak benar tapi berkeyakinan benar dan berakhlak terpuji?

Apapun yang umat yakini,bagaimanapun cara umat memahami hingga menyembah dengan cara memeluk agama yang berbeda-beda…semua semata-mata mencari Engkau dan tunduk pada Engkau…andaikan Engkau tidak Ghaib umat tidak akan berbeda-beda dalam memahami dan meyakini Engkau
Menentukan benar atau salah untuk perilaku mungkin lebih mudah, seperti mencuri,memperkosa,membunuh dan kejahatan lainnya semua umat setuju jika perbuatan itu salah…tapi masalah keyakinan terhadap agama tidak bisa dipaksakan…tidak bisa dinyatakan benar atau salah karena bukan tindakan kriminal…




Tuhan Itu Tidak Adil

Unknown | 18.07 | 0 komentar
Bagaimana bisa dikatakan Tuhan adil, jika seseorang mendapatkan segalanya dalam hidupnya, sedangkan yang lain hanya mendapatkan hidup yang serba sengsara.

(catatan pinggir)




Apakah Adanya Tuhan Hanya Klaim??

Unknown | 04.00 | 5 komentar
Jika seseorang berkata kepada anda bahwa ia memiliki hewan peliharaan seekor anjing, anda bisa mempercayainya karena memiliki seekor anjing sebagai hewan peliharaan merupakan hal yang biasa. Selain banyak orang memelihara anjing sebagai hewan peliharaan, anjing juga merupakan hewan yang cenderung mudah dipelihara, jadi kemungkinan besar anda tidak membutuhkan bukti apakah orang itu memiliki anjing atau tidak.


Jika seseorang berkata kepada anda bahwa ia memiliki hewan peliharaan seekor jerapah, kemungkinan besar anda tidak serta-merta mempercayainya karena jerapah sebagai hewan peliharaan merupakan hal yang tidak biasa dipelihara/dimiliki orang. Selain orang tidak biasa memelihara jerapah sebagai hewan peliharaan, jerapah juga merupakan hewan yang sulit dipelihara karena membutuhkan makanan, kandang, dan lingkungan yang cukup berbeda dibandingkan jika orang memelihara anjing. Selain itu, sejauh yang bisa ditemukan jerapah hanya dipelihara dalam kebun binatang atau berkeliaran di alam bebas. Oleh karena itu, kemungkinan besar, jika anda seorang skeptik anda membutuhkan bukti apakah orang itu sungguh-sungguh memiliki jerapah sebagai hewan peliharaan atau tidak.

Jika ada orang lain berkata bahwa ia memiliki atau pernah melihat seekor anjing atau jerapah yang bisa terbang, maka pada konteks inilah orang harus bersikap skeptis terhadap klaim orang tersebut karena sejauh ini belum ada orang yang pernah memiliki atau melihat anjing atau jerapah yang bisa terbang, tidak seekor pun. Oleh karena itu, orang bisa menganggap jika klaim tersebut adalah omong kosong, entah orang itu mengalami delusinasi ataupun ingin membuat heboh sehingga menyebabkan popularitas dan banyaknya uang yang mengalir ke kantong si pembuat klaim tersebut.

Sekalipun ada beberapa orang atau banyak orang mengklaim jika mereka memiliki atau pernah melihat anjing atau jerapah terbang, maka klaim mereka harus diperhadapkan terhadap berbagai bukti yang didasarkan pada akal sehat. Jika berbagai bukti mengatakan hal yang bertolak belakang dengan klaim mereka, maka mereka mengalami halusinasi kolektif. Atau, sekalipun anda “merasa” pernah melihat seekor anjing atau jerapah yang bisa terbang, namun anda meragukan “penglihatan” anda, maka anda perlu mengevaluasi “penglihatan” anda terhadap berbagai data dan bukti yang didasarkan pada akal sehat. Selain itu, anda perlu menguji klaim anda tersebut terhadap pandangan para ahli binatang. Artinya, anda perlu bertanya kepada para ahli binatang, apakah ada anjing atau jerapah yang bisa terbang. Jika semua bukti tersebut mengatakan hal yang bertolak belakang dengan klaim anda, namun anda tetap mempertahankan klaim anda, maka anda mengalami delusinasi.

Orang memelihara anjing adalah klaim biasa dibandingkan dengan orang yang mengklaim memiliki atau pernah melihat seekor anjing atau jerapah terbang. Klaim yang kedua disebut sebagai klaim luar biasa karena tidak didukung oleh berbagai bukti relevan. Oleh karena itu, klaim luar biasa membutuhkan bahkan mengharuskan bukti yang luar biasa. Artinya, klaim luar biasa harus didukung oleh bukti-bukti yang juga luar biasa. Dengan demikian, bebannya terletak pada orang yang mengutarakan klaim yang luar biasa karena ia (mereka) harus mendukung klaimnya dengan bukti yang luar biasa.

Lalu sekarang, bila ada seseorang yang mengklaim telah bertemu dengan Tuhan apakah kita juga memerlukan bukti-bukti relevan?? Atau kita hanya perlu bersikap skeptis terhadap klaim tersebut??


Ternyata Tuhan Sudah Tidak Berdaya Lagi

Unknown | 06.56 | 0 komentar

Apa yang anda rasakan saat melihat anak kelaparan ini? Sedih? Haru? Meneteskan air mata?

Lalu apa yang terpikir oleh anda? Apakah itu ujian dari Tuhan untuk dia? Dosa apakah yang telah diperbuat oleh anak manusia yang terlahir dari kaum marginal ini? Apakah anak ini pernah korupsi? Atau melakukan perbuatan maksiat dan seterusnya? Sehingga Tuhan langsung mengazabnya melalui kelaparan dan busung lapar?

Apakah anda lupa janji Tuhan bahwa 4 perkara sudah ditentukan Tuhan sejak azali di luh madfuz?
Bahwa rejeki, jodoh, nasib peruntungan dan maut itu sudah ditentukan Tuhan begitu manusia dilahirkan.

Singkatnya sudah ada grand desain atau master plan Tuhan untuk setiap manusia.

Pertanyaannya adalah, benarkah Tuhan menjamin bahwa setiap manusia ada rizkinya? Mungkin anda akan menjawab: "tentu saja rizki harus didapatkan dengan usaha yang diserati doa. Jika hanya diam tentu rizki itu tidak akan diberikan Tuhan.”

Lho apa bedanya usaha dengan takdir Tuhan?
Jika akhirnya hasil akhirnya ada pada usaha manusia?
Pertanyaan yang harus direnungkan, kenapa ada banyak manusia miskin yang busung lapar akhinya meninggal karena kelaparan?

Dan masih banyak kejadian nyata bahwa jaminan terhadap 4 perkara itu tidak terbukti dalam kenyataan. Banyak juga orang mati kelaparan. Banyak juga orang mati karena stress tidak sanggup menanggung derita dan beban hidup. Banyak juga manusia yang mati tanpa jodoh sampai akhir hayatnya. Dan seterusnya.

Nah, apakah itu bukti kinerja Tuhan yang kita elu-elukan sebagai Pejabat Alam Semesta yang kredibel selama ini? Apakah itu bukti Tuhan yang kita yakini Maha Bisa dan Maha Penolong selama ini. Kenapa Dia tidak langsung menolong balita yang kelaparan ini? Yang kita saja sebagai manusia begitu tersayat melihatnya? Kenapa Tuhan hanya diam saja? Apakah Tuhan benar-benar sudah tidak berdaya?



Saya Menemukan Akun Facebook Tuhan

Unknown | 22.32 | 0 komentar
Saya benar-benar tidak mengerti, tiap kali saya membuka dan membaca status-status yang bermunculan di facebook, selalu saja banyak keluhan-keluhan dan do'a-do'a pada Tuhan. Seperti yang ini "oh Tuhan mengapa cobaan yang Engkau berikan saat ini berat sekali", atau yang begini "berikan aku kesabaran menghadapi rintangan ini ya Tuhan". Apalagi pada tahun baru kali, semua orang ramai sekali bahkan seperti berlomba-lomba menulis status di facebook yang berisi do'a yang bermacam-macam, entah do'a apa saja yang ditulis. Ada yang meminta pada Tuhan "semoga tahun baru ini Tuhan memberi kelancaran rizqi kepada ku", atau "semoga Tuhan mengabulkan semua keinginan ku pada tahun baru ini, amin", dan masih banyak yang lain.

Yang saya tidak mengerti, mengapa sekarang facebook berubah menjadi tempat mengeluh dan berdo'a.? Apa memangnya Tuhan sekarang telah punya akun facebook.? Sehingga Tuhan harus datang ke warnet untuk online agar bisa membaca keluhan-keluhan dan do'a-do'a manusia.?

Kalau ingin rizqi bertambah lancar, kalau ingin nasib berubah menjadi lebih baik atau yang lain, Kok facebook yang ditulisi "mudah-mudahan ini-itu", "semoga bagini semoga begitu". Mengapa tidak berpikir apa yang musti diperbaiki dan segera bergegas berusaha mengerjakanya.! (baca juga: mengapa saya berhenti berdo'a)

Apakah itu karena dalam sembahyang, sholat, atau ritual-ritual agama, Tuhan sudah tidak mau lagi mendengar keluhan dan do'a-do'a manusia.? Atau, apakah memang karena sekarang Tuhan benar-benar punya akun facebook.? Kalau anda tahu, mohon segera beritahu saya, karena saya juga akan add facebook Tuhan untuk menjadi teman saya.



Surat Untuk Tuhan

Unknown | 16.31 | 0 komentar

Kepada yang Maha Terhormat :Tuhan Allah SWT.

Hitam kelam sudah bumiMu Tuhan
Kami sudah saling bakar
Saling bacok
Atas nama AlquranMu



Aku tahu, tanpa kutulis surat ini,
Engkau sebelumnya juga sudah tahu
Tanpa ku katakan
Bahwa surat ini kutulis dengan darah
Engkau pun juga sudah tahu

Tapi aku hanya hamba
Tak mungkin melampui kata

Tuhan
Dengarlah Tuhan
Aku kini sedang mengerang!
BumiMu merah diselimuti darahku
Satu dua tiga peluru
Telah menembus bathinku!

Ingin aku berlari,
dan terbang menggapai langitMu
Tapi sayapku patah, remuk
Berderai!

Tuhan
Terimalah suratku ini
Dan bacalah,
Seperti Engkau suruh baca firmanMu
padaku

Aku ingin bertanya Tuhan
Apakah Engkau sudah cabut
Kebenaran di muka bumi ini

Kenapa kami tidak melihatnya lagi
Atau karena mata bathin kami
telah menjadi mata kaki

Tuhan
Dimana kebenaranMu itu kini

Atau kamikah yang telah menyembunyikanya …
Dalam lemari.
Dibalik sajadah
Dibalik syiar
Dibalik slogan
Dibalik demonstrasi

Tuhan
Apakah Engkau juga sudah kami bunuh
Dan sudah kami ganti dengan tuhan-tuhan lain
Begitu banyak tuhan tuhan kecil yang kami puja
Tapi kenapa ia begitu menguasai kami

Tuhan
Engkau tetaplah Tuhan
Engkau belum pernah mati
Dan tak akan pernah mati!

Tapi di sini
Di bumi ini,
Kami telah membunuhMu!



Salah Setan Atau Tuhan???

Unknown | 06.19 | 0 komentar
Kenapa bulan Ramadhan ini masih banyak sekali orang yang menipu,,,yang maling,,yang merendahkan sesama,,yang mencelakai orang lain,,,,,

ahh,,,,,,,barangkali saja Tuhan sudah kehabisan tali untuk mengikat setan2nya,,,,,,,