Download Video: Rogents - Tragedi (Live Conser)

Unknown | 12.52 | 0 komentar
Rogents - Tragedi (Live Conser)


 Silahkan unduh videonya dengan klik :


Download Tutorial: Video Cara Membuat Blog WordPress

Unknown | 12.30 | 0 komentar
Anda yang tertarik untuk membuat blog dengan basis WordPress.Com, ini video tutorialnya




Silah anda unduh dengan klik



Surat Untuk Tuhan

Unknown | 16.31 | 0 komentar

Kepada yang Maha Terhormat :Tuhan Allah SWT.

Hitam kelam sudah bumiMu Tuhan
Kami sudah saling bakar
Saling bacok
Atas nama AlquranMu



Aku tahu, tanpa kutulis surat ini,
Engkau sebelumnya juga sudah tahu
Tanpa ku katakan
Bahwa surat ini kutulis dengan darah
Engkau pun juga sudah tahu

Tapi aku hanya hamba
Tak mungkin melampui kata

Tuhan
Dengarlah Tuhan
Aku kini sedang mengerang!
BumiMu merah diselimuti darahku
Satu dua tiga peluru
Telah menembus bathinku!

Ingin aku berlari,
dan terbang menggapai langitMu
Tapi sayapku patah, remuk
Berderai!

Tuhan
Terimalah suratku ini
Dan bacalah,
Seperti Engkau suruh baca firmanMu
padaku

Aku ingin bertanya Tuhan
Apakah Engkau sudah cabut
Kebenaran di muka bumi ini

Kenapa kami tidak melihatnya lagi
Atau karena mata bathin kami
telah menjadi mata kaki

Tuhan
Dimana kebenaranMu itu kini

Atau kamikah yang telah menyembunyikanya …
Dalam lemari.
Dibalik sajadah
Dibalik syiar
Dibalik slogan
Dibalik demonstrasi

Tuhan
Apakah Engkau juga sudah kami bunuh
Dan sudah kami ganti dengan tuhan-tuhan lain
Begitu banyak tuhan tuhan kecil yang kami puja
Tapi kenapa ia begitu menguasai kami

Tuhan
Engkau tetaplah Tuhan
Engkau belum pernah mati
Dan tak akan pernah mati!

Tapi di sini
Di bumi ini,
Kami telah membunuhMu!



Iklan Indomie Untuk Tuhan

Unknown | 12.18 | 0 komentar

Dulu sebelum saya tahu indomie, saya sudah kenal Tuhan
Tapi sekarang saya sudah tahu indomie
Setiap saya kehabisan nasi, saya selalu beli indomie di warung
Tapi Tuhan yang sejak dulu saya kenal, tidak pernah saya ketahui berada dimana
Ternyata indomie itu lebih nyata daripada Tuhan
Ini ceritaku, apa ceritamu......

Dulu sebelum makan, saya selalu baca Bismillah
Kata nenek biar nasinya tidak ikut dimakan setan
Tapi sekarang, sebelum saya makan indomie, saya tidak pernah lagi baca Bismillah
Itu karena saya tidak mau Tuhan ikut memakan indomie saya
Kalau mau, beli sendiri dong
Ini ceritaku, apa ceritamu.......

Dulu ibu guru bilang, sebelum tidur saya harus berdo'a
Katanya agar tidur saya selalu di jaga oleh Tuhan
Ternyata walaupun selalu berdo'a, HP saya pernah hilang waktu tidur
Saya menduga Tuhan sendiri lah yang mengabil HP saya
Sebab, kalau maling yang mendekati saya, pasti akan takut karena ada Tuhan menjaga saya
Akhirnya, sampai sekarang saya tetap berdo'a sebelum tidur
Tapi, tidak ada lagi yang saya bawa saat tidur selain indomie
Kalaupun ada yang hilang, toh itu hanya indomie
Ini ceritaku, apa ceritamu.........

Dulu saya mengira Tuhan itu tidak sama dengan indomie
Tapi sekarang, ternyata Tuhan lebih mirip dengan indomie
Kalau indomie, ada rasa bakso, rasa soto, rasa ayam bawang, rasa sapi, dll
Sedangkan Tuhan, ada Tuhan rasa Islam, rasa Kristen, rasa Hindu, rasa Konghucu, dll
Tapi kalau saya paling suka sama indomie rasa Tuhan
Ini ceritaku, apa ceritamu.........

SBY si Pengobral Janji

Unknown | 19.55 | 0 komentar
Hanya tiga dari 15 janji Susilo Bambang Yudhoyono saat kampanye Pemilu Presiden tahun 2009 yang dinilai lebih dari 50 persen publik telah terpenuhi dalam dua tahun kepemimpinan.

Hal itu terungkap dalam hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI). Hasil survei dipaparkan Direktur Eksekutif JSI Widdi Aswindi saat jumpa pers di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (23/10/2011). Survei dilakukan pada 10-15 Oktober 2011 dengan menanyakan 1.200 responden melalui kuisioner.


Tiga janji Yudhoyono yang dinilai telah terpenuhi yakni, pertama, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi yang tidak mampu. Sebanyak 65,5 persen menilai janji itu terpenuhi, 28,9 persen menilai belum terpenuhi, dan sisanya tidak menjawab.

Kedua, janji soal kesejahteraan guru dan sekolah gratis bagi yang tidak mampu. Sebanyak 62,9 persen publik menilai telah terpenuhi, 30,1 persen menilai tidak terpenuhi, dan sisanya tidak menjawab. Janji ketiga yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 53,3 persen menilai terpenuhi, 40 persen tidak terpenuhi, dan sisanya tidak menjawab.

Adapun, janji Yudhoyono yang tak sampai 50 persen publik menilai belum terpenuhi yakni meningkatkan pertahanan dan keamanan (49,8 persen), mewujudkan ketahanan energi melalui pembangunan pembangkit tenaga listrik (47,5 persen), pemeliharaan lingkungan hidup (40,7 persen), menjaga kelangsungan demokrasi dan penghormatan hak asasi manusia (39,9 persen).

Janji lain yakni meningkatkan peran Indonesia di dunia internasional (37,9 persen), meningkatkan ketahanan pangan (36,7 persen), pemerataan pembangunan di daerah (32,2 persen), pembangunan perumahaan rakyat dan rumah susun (25,5 persen), reformasi birokrasi dengan pemberantasan KKN (24,1 persen).
Janji selanjutnya yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat (23,7 persen), mengurangi jumlah penduduk miskin (19,9 persen), dan mengurangi jumlah pengangguran (17,4 persen).

JSI juga menanyakan kepuasan responden terhadap enam masalah. Pertama, masalah keamanan dinilai puas oleh 57,8 persen publik. Kedua, masalah sosial dinilai puas oleh 53,4 persen publik. Ketiga, masalah hubungan luar negeri dinilai puas 46 persen publik.

Masalah keempat yakni politik yang dinilai puas 43,2 persen. Kelima yakni masalah ekonomi yang hanya dinilai puas oleh 39,8 persen publik. Terakhir yakni masalah penegakkan hukum yang hanya dinilai puas oleh 39,7 persen publik.

Politisi PDI-P Maruarar Sirait yang hadir dalam rilis memperingatkan pemerintah terkait rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap penanganan masalah ekonomi dan penegakkan hukum. Kedua bidang itu, menurut dia, sangat vital bagi kehidupan rakyat. "Ini harus sangat hati-hati. Ini artinya rakyat tidak percaya lagi pada institusi formal sekaligus tidak percaya pada penanganan ekonomi," kata dia.


Sumpah Pemuda Atau Sumpah Pocong

Unknown | 21.44 | 0 komentar
Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Bersatunya seluruh elemen pemuda yang melahirkan sebuah keinginan untuk mengukuhkan persatuan dan kesatuan dalam sebuah Sumpah, sebagai sebuah semangat bangkitnya kesadaran akan pentingnya persatuan sebagai sebuah kekuatan, kesepakatan  yang diikrarkan dalam bentuk sumpah tersebutlah yang kita namakan Sumpah Pemuda 83 tahun yang lalu (28 oktober 1928 - 28 oktober 2011), itulah tonggak sejarah para pemuda Indonesia dari berbagai daerah memproklamirkan berdirinya Indonesia sebagai Bangsa.

Tapi sekarang....masihkah kita bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia?
Oh tidak....Tanah air kita sekarang bukan lagi menjadi milik Indonesia, tapi sudah menjadi tanah air milik segelintir orang yang dengan kekuasaan dan uang nya telah mengeruk kekayaan Indonesia. Tanah air Indonesia sekarang sudah menjadi milik orang asing dengan modal besarnya. Kita hanyalah buruh di negeri Indonesia ini.

Tapi sekarang....masihkah kita berbangsa satu, bangsa Indonesia?
Oh tidak.....Bangsa Indonesia sekarang bukan lagi bangsa yang dulu katanya gemah ripah loh jinawi, adem tentrem toto raharjo, bangasa yang arif dan toleran. Sekarang bangsa Indonesia adalah bangsanya koruptor, bangsaya penjarah, perusuh, penyuap, perusuh. Tidak ada lagi ketentraman, kearifan dan toleransi disini.


Tapi sekarang......masihkah kita berbahasa satu, bahasa Indonesia?
Oh tidak.....Kita sudah lama tidak lagi mendengar dan menggunakan bahasa Indonesia. Yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa-bahasa kekerasan, bahasa-bahasa penipuan, bahasa-bahasa menghasut, memfitnah, menjelekkan orang lain, mendeskriditkan suku, ras, keyakinan, agama orang lain.

Yah....itulah faktanya sekarang. Sumpah Pemuda sudah menjadi sebuah teks sejarah yang hanya di buka dan diperlukan untuk menjawab soal-soal ujian, hanya untuk menjawab pertanyaan anak-anak yang dapat PR pelajaran Sejarah oleh gurunya di sekolah.

Tapi ya sudahlah.....Melalui momen peringatan Sumpah Pemuda kali ini, mari kita para Pemuda Indonesia bersama-sama mengembalikan semangat yang sama seperti yang dimiliki oleh Moehammad Yamin, Mr Sunario, Sugondo Djojopuspito dan pemuda-pemuda lainya pada waktu itu dalam dada kita. Semangat untuk bersatu dalam persatuan juga perbedaan, tidak lagi memperdulikan suku, ras, kepercayaan dan agama. Semua bersatu dalam kebersamaan dan tidak terpisahkan oleh apa pun. Walaupun ini hanyalah mimpi yang sulit diwujudkan, dengan memulainya pada diri kita masing-masing setidaknya itu akan lebih baik. Semoga Sumpah Pemudah bukanlah sumpah pocong.

Salam Pemuda Indonesia...!!!