Dialog Antara Tuhan Dengan Atheis dan Muslim

Unknown | 09.15 | 1 komentar

Suatu hari di akhirat, menghadap seorang Atheis dan seorang Muslim. Tuhan memutuskan untuk memasukkan si Atheis ke surga, dan si Muslim malah dimasukkan ke neraka. Ini tentu saja membuat si Muslim komplain pada Tuhan.

si Muslim : “Tuhan, kenapa Engkau malah menempatkan aku di neraka, bukannya aku hambaMu yang selalu setia, segalanya selalu aku serahkan kepadaMu, selalu membelaMu, dan selalu memohon kepadaMu”?

Tuhan : "Aahhh kamu ini ! bisanya sok-sok an katanya mau membela AKU , kamu tau bahwa AKU bisa membela diri Ku sendiri dan tak perlu harus dibela-bela, AKU sanggup dan Bisa membela Diri KU sendiri , kamu tau apapun yang AKU mau pastilah terlaksana , kamu memang bisanya cuma ngrepotin melulu, sakit bukannya minum obat malah nyuruh AKU yg sembuhin, kau yg banyak utang, suruh AKU yg lunasin. AKU disuruh jadi satpam jaga rumah kamu, sedang kamu enak-enak kan berfoya-foya. Baru ngasih sumbangan 10 ribu aja, AKU diminta balikin rezeki ke kamu 100 juta dan malah minta sebanyak-banyak nya pula . kamu yg enak-enakan bikin anak, AKU lagi yang disuruh pelihara dan bilang kalau AKU yg ngasih anak itu, bilang lagi kalau AKU yg nitipin anak . Kemaren kamu mati gara-gara udah tau darah tinggi, eeeh malah makan sate kambing dan makan duren !!! Sekarang kamu mati, seluruh keluargamu bilang AKU yang manggil kamu. Sekarang kamu ke sini mau apa ? Kamu cuma mau Masuk surga KU kan ? Enak aja" !!

si Muslim : "Kalau aku KAU masuk kan ke neraka, lalu mengapa justru si Atheis KAU masuk kan ke Surga ya Tuhan" ??

Tuhan : "Kamu liat sendiri kan si Atheis! dia nggak pernah ngrepotin AKU. Tiap hari melakukan kebaikan, meski dia gak peduli dengan AKU ini siapa. Hatinya tulus tanpa pamrih semua perbuatan baiknya tak mengharapkan balasan . Ya jelas aku pilih dia daripada kamu yang ngakunya beriman, tapi nggak ngerti apa maunya AKU dan ga bisa melaksanakan perintah-perintah KU ! Percumalah kamu ngaku jadi pengikut KU, tapi nggak pernah jadi orang baek, semua nya perbuatanmu minta pamrih ! kamu benar-benar nggak ada mirip-miripnya utk jadi orang beriman !!! Jadi sorry, tempat kamu bukan di Surga, tapi di Neraka" !!!

si Atheis : "Kalau boleh aku bertanya, bukankah Engkau sendiri ya Tuhan yang telah mengatakan bahwa manusia tidak punya daya selain Engkau yang memberikanya, Enkau juga mengatakan akan mengganti 1 kebaikan dengan berlipat-lipat, terus ada lagi Engkau mengatakan bahwa mati, rizki, jodoh, itu semua adalah sudah ketetapan MU" ??

Tuhan : "ahh siapa bilang manusia nggak punya daya. dia punya otak untuk berpikir, punya mata, kuping, mulut, tangan, kaki, bukan kah manusia bisa melakukan apa saja dengan itu semua. Yang kamu ketahui itu semua adalah klaim manusia untuk meng-kambing hitam-kan kemalasanya sendiri. Padahal AKU sama sekali tidak pernah mengatakan tentang itu semua. Itu kan buatan teman-temanya si Muslim, biar di anggap lebih alim" !!!

Salah Bila Islam Adalah Agama Yang Paling Benar

Unknown | 08.23 | 1 komentar
Saya setuju bahwa Islam benar bagi pemeluknya, seperti juga sikap saya. Karena apa artinya meyakini sesuatu yang tidak kita yakini kebenarannya. Sikap seperti, ini selain ngawur juga bisa dinilai asal. Asal ikut-ikutan. Tidak mengikuti sesuatu dengan pengetahuan dan pemahaman. Tidak berakar pada kesadaran.

Karena agama adalah soal keyakinan, maka kebenaran agama juga bersifat keyakinan. Kebenaran yang bersifat metafisis. Bukan kebenaran ilmiah seperti meyakini bahwa matahari bersinar misalnya. Karena semua orang (kecuali yang buta, itu kasus) akan setuju bahwa matahari itu bersinar. Tapi berbeda dengan agama yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Tidak semua orang akan setuju bahwa Islam adalah agama yang benar. Kebenarannya tergantnug pada keyakinan seseorang, meskipun untuk mendukung keyakinan itu juga bisa dibantu atau didukung oleh banyak hal. Tapi inti dari keyakinan tetaplah berangkat dari sebuah sebuah aksioma (dasar, dalil yang dianggap mutlak benar) . Berangkat dari meyakini adanya Tuhan dan utusan yang membawa risalahNya.

Sehubungan dengan Islam, aksiomanya adalah meyakini Allah sebagai Tuhan. Dan meyakini Muhammad sebagai Nabi yang menerima wahyu dari Tuhan. Akan tetapi, karena dasarnya adalah aksioma, tidak semua orang akan meyakininya. Karena orang lain tidak berangkat dari aksioma yang sama. Tidak sama-sama berangkat dari aksioma yang digunakan umat Islam. Misalnya bagi umat Kristen, aksioma mereka lebih kurang adalah bahwa mereka yakin adanya Tuhan Bapa. Dan meyakini Yesus sebagai Tuhan Anak, yang merupakan manifestasi Tuhan Bapa dalam diri manusia. Begitu juga aksioma mereka dengan Roh Kudus.

Belum lagi jika hal ini dihubungkan dengan sikap kaum Atheis. Mereka tidak percaya sama sekali pada segala aksioma. Jika kaum beragama berangkat dari aksioma, kaum Atheis justru berangkat dari titik nol. Mereka menjelajah sesuatu tanpa dasar. Tanpa dogma. Murni memahami segala sesuatu menggunakan indera dan penalaran. Tidak menggunakan keyakinan.

Nah, berdasarkan dari penalaran seperti inilah saya berpendapat bahwa Islam bukanlah agama yang paling benar. Secara psikologi bahasa, secara tersirat pernyataan ini mengklaim hanya Islamlah yang paling benar dan agama lain salah. Dan secara psikologi sosial, pernyataan ini rentan mengundang konflik lintas agama. Karena secara tidak langsung pernyataan ini terkesan mendiskreditkan agama lain.

Saya tidak bermaksud menyudutkan Islam. Tapi ingin memahami persoalan ini dalam relasi antar umat beragama. Dalam etika pergaulan antar umat bergama, khsusnya dalam etika komunikasi antar umat beragama.

Islam benar bagi umatnya sendiri. Tapi di ruang publik, dalam relasi antar pemeluk agama, pernyataan ini menjadi tidak etis. Bagi saya akan lebih etis dan bijak jika digunakan kalimat: Islam benar bagi kami. Islam benar bagi saya. Dan seterusnya.



Mengapa Manusia Menciptakan Tuhan

Unknown | 05.01 | 3 komentar
Sejarah membuktikan pembicaraan tentang Tuhan telah menyita energi manusia sepanjang sejarah kemanusiaan. Sepanjang sejarah kebudayaan.

Sejarah telah mencatat, jutaan nyawa melayang untuk mempertahankan agar Tuhan tetap menang. Agar Tuhan tetap hidup. Manusia saling memperjuangkan agar Tuhan tidak kewalahan.

Tapi Tuhan tak pernah hadir.
Tuhan tak pernah menampakkan diri.
Selain hanya diciptkan manusia dalam hati dan pikirannya.
Dalam imajinasinya.

Kenapa Manusia Menciptakan Tuhan?

Manusia menciptakan Tuhan untuk menjawab naluri rasa takutnya akan misteri hidup yang tak pernah terjawab.

Manusia menciptakan Tuhan untuk melarikan diri dari kebebasannya untuk bertanggung jawab penuh atas segala kelemahan dan keterbatasan dirinya.

Manusia menciptakan Tuhan untuk menghibur dirinya dari kekosongan makna hidup.

Manusia menciptkan Tuhan untuk melepaskan dahaga harapannya akan sesuatu yang ideal. Sesuatu yang sempurna. Dengan kata lain, manusia menciptakan Tuhan karena tidak sanggup menerima kenyataan sebagaimana adanya. Rasa sakit psikologis selalu menghantuinya tanpa ada Tuhan dalam hati dan pikirannya.


Sejak Kapan Tuhan Mati...?

Unknown | 15.14 | 0 komentar
Tuhan sudah mati sejak Kitab Suci telah rampung di turunkan kebumi.

Sejak saat itu yang hidup adalah tafsir-tafsir manusia yang berserakan dimana-mana. Kitab Suci bukan lagi menjadi suara Tuhan, tapi adalah imajinasi-imajinasi manusia yang bebas di deskripsikan dan di praktekan.



Sejak saat itu pula Tuhan tidak lagi punya daya dan kuasa untuk mengendalikan manusia.

klik juga inilah orang yang membunuh Tuhan.


Sudahkah Anda Beriman Tanpa Nalar...?

Unknown | 20.07 | 4 komentar
Beragamalah Islam, karena Islam itu adalah agama yang paling benar di sisi Tuhan.....ini tak boleh dibantah....!!!

Bagaimana jika anda bertanya :

"Lalu bagaimana dengan banyaknya agama-agama dumuka bumi ini, ada Kristen, Budha, Hindu, Konghucu, dll. Belum lagi dengan aliran-aliran agama yang lain...apakah berarti semuanya itu salah"...??? "Bukankah perbedaan itu sudah di gariskan oleh Tuhan"...??? "Berarti semua yang beda-beda itu juga benar di sisi Tuhan dong"...???

Stop..!!!
Jangan bertanya tentang itu semua, karena anda akan di cap Kafir, itu dosa besar...!!!

Percayalah Al-qur'an itu adalah kitab suci dari Tuhan yang ber isi tentang ajaran kebenaran.....ini juga tidak boleh dibantah....!!!

Bagaiman jika anda bertanya :
"Benarkah Al-qur'an itu dari Tuhan?kan hanya nabi Muhammad yang tahu. Bukankah Al-qur'an itu hasil produksi dari imajinasi orang Arab"?

Stop...!!!
Jangan dilanjutkan lagi pertanyaanya, karena anda akan di cap sebagai orang Sesat, itu juga dosa besar..!!!

Tiada Tuhan yang wajib di sembah selain Allah...jangan di bantah lagi...!!!

Lalu bagaimana jika anda masih bertanya "Loh, bukanya Tuhan itu adalah ada karena di ciptakan oleh manusia, karena atas ketidak berdayaan manusia menjelaskan alasan dibalik semua fenomena yang ada di dunia ini"...?

Hei Stop....!!!
Sudah saya bilang anda jangan bertanya macam-macam, semakin banyak yang anda tanyakan semakin banyak pula yang akan anda ketahui, nanti anda akan pintar....

Ketahuilah....Beragama itu tidak boleh pintar....!!!


Surga Tuhan Ada Di Rumah Saya

Unknown | 20.47 | 2 komentar

Tahukah anda bahwa disebutkan di dalam Surga itu terdapat wanita-wanita yang cantik....di suraga juga terdapat sungai-sungai yang dialiri dengan susu....pohon-pohon rindang dengan buah-buahan yang segar...???

Sekarang anda tidak perlu harus mati terlebih dahulu untuk menuju surga. Untuk menikmati surga di atas, anda bisa datang ke rumah saya, karena semua telah tersedia untuk anda.

Tapi perlu anda ketahui juga, bahwa semua itu tidak ada yang gratis.
Hari gini masak ada yang gratis sih........!!!

Tapi percayalah, itu lebih baik, daripada anda harus menempelkan Bom disekujur tubuh anda dan meledakanya, lalu anda akan mati dengan tubuh hancur berantakan, dan disebut mati sahid. Bukankah cara menikmati surga seperti ini mengerikan...!!!

Iya toh......

anda yang ingin terhindar dari siksa api neraka klik disini